oleh

BPD Diminta Responsif Menjaring Aspirasi Masyarakat Desa

Omdesa.id — Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tegal, Nurlaeli menuturkan, bahwa penyaluran aspirasi masyarakat desa tidak harus menunggu momentum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang hanya setahun sekali.

Laeli, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) yang berfungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa ini harus dapat responsif.

“Tidak perlu menunggu Musrenbangdes. Penyaluran aspirasi ini bisa setiap saat, setiap waktu. Bangun kanal atau saluran komunikasi yang sudah jamak di masyarakat kita dengan media sosial,” terang Laeli kepada Tribunjateng.com, Selasa (29/5/2018).

Ia ingin kelembagaan BPD yang melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan desa bisa mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik.

Sebab menurutnya, dengan ‘good local governance’ yang akuntabel, penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat desa bisa kita tingkatkan.

Sementara itu, Kasubag Pemerintahan Desa Ismartini mengungkapkan bahwa aparatur desa harus mengerti tentang peraturan perundang-undangan, khususnya peraturan tentang desa untuk

Hal itu dilakukan untuk mewujudkan aparatur desa yang berkompeten dalam rangka pemenuhan hak-hak masyarakat.

“Pemerintahan desa yang baik akan menghasilkan kebijakan publik yang unggul. Kebijakan publik yang unggul akan menghadirkan pelayanan publik yang baik, dan layanan publik yang baik akan menghadirkan kepuasan publik, kepuasan masyarakat desa,” terangnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait