oleh

3 Tahap Perkembangan Desa Wisata

Omdesa.id — Sebelum akhirnya desa bisa dikatakan sebagai desa wisata, terdapat 3 tahap perkembangan desa wisata. Ke 3 tahapan tersebut umumnya dicapai dalam jangka waktu tertentu yang direncanakan selama pembentukan desa wisata. Pembentukan tersebut seperti dimulai dari perencanaan jangka pendek hingga perencanaan jangka panjang. Berikut ke 3 tahapan tersebut.

1. Desa Berpotensi

Tahap perkembangan desa wisata yang pertama adalah Desa Berpotensi. Sebelum ada pada tahapan ini, terlebih dahulu desa harus mengenali potensi apa yang ada didalamnya. Potensi tersebut kemudian disesuaikan pada prinsip-prinsip pengembangan desa wisata seperti pada sumber daya alam, kearifan lokal, hingga sumber daya manusianya.

Ciri dari tahap perkembangan desa wisata di tahap Desa Berpotensi adalah warga desa yang belum memahami potensi desanya, ketiadaan fasilitas hingga kunjungan ke desa yang masih sedikit serta belum diolahnya kunjungan wisatawan sebagai mata pencahariaan bagi penduduk.

Setelah memahami potensi yang ada di dalam desa, kemudian ditentukanlah apakah desa tersebut layak menjadi desa yang bisa dikembangkan ke arah wisata atau tidak. Karena, tidak semua desa mampu mencapai atau menjadi tahap perkembangan desa wisata sebagai Desa Berpotensi untuk desa wisata.

Pemahaman akan potensi desa ini sangat penting untuk rencana jangka panjang sebelum mencapai tahap perkembangan desa wisata yang terakhir. Pasalnya, dari potensi inilah nantinya desa akan difokuskan arah perkembangannya dan juga dipromosikan ke luar agar mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

2. Desa Berkembang

Setelah desa memahami potensi apa yang dapat dikembangkan di wilayahnya dan mencapai kesepakatan bahwa desa tersebut memang layak dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata, desa tersebut masuk ke tahap perkembangan desa wisata selanjutnya yakni Desa Berkembang.

Tahap perkembangan desa wisata selanjutnya inilah dimana seluruh proses pengembangan desa, mulai dari peresmian nama, pembangunan lokasi-lokasi strategis yang menunjang keberadaan desa wisata tersebut hingga promosi akan dilakukan. Oleh karena itulah sangat penting untuk memahami potensi desa yang ada, apakah nantinya akan dituju ke wisata alam atau seperti wisata agrikultur.

Tahap perkembangan desa wisata ini pun masih bisa dibagi lagi menjadi beberapa tahap mulai dari tahap pengembangan awal hingga tahap pengembangan akhir. Oleh karena itulah perlu adanya perencanaan mulai dari rencana jangka pendek hingga rencana jangka panjang sebelum mencapai tahap selanjutnya.

3. Desa Maju

Untuk tahap perkembangan desa wisata yag terakhir ada Desa Maju. Yang dimaksud sebagai desa maju ini bukan berarti desa tidak lagi melakukan pengembangan namun secara manajemen maupun struktural desa dapat secara mandiri mengatur alur kegiatannya. Mulai dari pengelolaan pendapatan hingga pembangunan lebih lanjut dari wisata desa tersebut.

Sebagai ciri dari tahap perkembangan desa wisata yang terakhir ini adalah kesadaran masyarakat sudah tumbuh bahwa wisata yang ada dalam desa bisa menjadi sumber penghidupan mereka dan yang kedua adalah bahwa desa tersebut sudah dikenal oleh para wisatawan hingga wisatawan asing dan tidak sedikit pula yang datang berkunjung.

Dari bangunan fisik pun, untuk tahap perkembangan desa wisata akhir sudah dianggap memiliki fasilitas yang lengkap. Sedangkan jika ada proses pembangunan, mungkin diarahkan ke pengembangan karena fasilitas sudah cukup atau terbilang sudah terpenuhi.

Itulah ke tiga tahap perkembangan desa wisata yang akan dan harus dipenuhi oleh calon ataupun juga desa wisata. Semoga apa yang dikembangkan ke arah desa wisata tersebut mampu terarah sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.

Source: berdesa.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait