oleh

Melirik Pengembangan Madu Hutan di Desa Batudulang

Om Desa, SUMBAWA – Kualitas madu hutan di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa sudah tidak diragukan lagi. Proses produksinya yang higienis, pengemasannya yang rapi, dan komitmen petaninya yang menjaga kelestarian alam menjadikan madu Desa Batudulang dilirik banyak kalangan.

Terjaganya kepercayaan konsumen terhadap Madu Desa Batudulang tidak lepas dari kekompakan dan kreativitas petani madu setempat yang dikenal dengan komunitas hutan lestari. Komunitas inilah yang menjadikan madu di desa Batudulang terpenuhi secara skala ekonomi.

“Permintaan madu terlalu besar. Makanya kita berinisiatif mendirikan komunitas ini agar hasil panen dikumpulkan dan diolah menjadi satu, sehingga skala produksinya menjadi besar,” ujar M Junaidi Jen, Ketua Komunitas Hutan Lestari di Desa Batu Dulang, Sumbawa, Senin, 10 September 2018.

Tak hanya madu, komunitas Hutan Lestari juga memproduksi sarang lebah untuk diolah menjadi bahan utama kosmetik. Olahan ini telah memiliki pasar tetap di Bali dengan harga Rp100 ribu per 800 gram. Sedangkan untuk madu, menurutnya, dijual dengan harga Rp130 ribu per kilogram.

“Kalau sarangnya kita olah menjadi seperti lilin. 1 kilogram sarang bisa menghasilkan 800 gram lilin. Ini kita jual ke Bali untuk bahan utama kosmetik,” ungkapnya.

Junaidi mengakui, meski telah berhasil menghimpun hasil panen para petani, namun hasil panen madu hutan desa setempat berangsur mengalami penurunan. Tahun 2015 menghasilkan 31 ton, tahun 2016 hanya 17 ton, dan tahun 2017 9 ton. Menurutnya, penurunan hasil panen tersebut disebabkan kondisi hutan yang semakin memprihatinkan.

“Hasil panen turun dipengaruhi tiga faktor, penebangan (hutan), penanaman jagung karena pestisidanya bisa mengakibatkan lebah mati, dan pemburu madu yang memanen langsung habis. Komunitas hutan lestari selalu mensosialisasikan agar kalau panen jangan panen habis,” ujarnya.

Terkait kualitas madu Desa Batudulang menurutnya, sudah teruji karena proses panen hingga pengemasan dilakukan dengan metode yang baik. Selain itu, lokasi Desa Batudulang jauh dari perkotaan sehingga bunga hutan yang dihinggapi lebah tidak terkontaminasi oleh polusi dan zat kimia.

“Apalagi madu ini kan dikelola oleh komunitas yang sudah terlatih dan sudah kita berikan pemahaman tentang panen madu yang baik. Peralatannya juga baik,” ujarnya.

Source: http://kemendesa.go.id/view/detil/2578/melirik-pengembangan-madu-hutan-di-desa-batudulang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait