oleh

BUMDes Were Kembangkan Tanaman Hidroponik, Aman untuk Kesehatan

OmDesa, WERE – Letak Desa Were di tengah Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) tentu minim lahan pertanian buat masyarakat. Hal itu disebabkan sejumlah lahan desa tersebut ditumbuhi infrastruktur pembangunan.

Meski begitu, hal ini tidak menyurut semangat bertani dari masyarakat Desa Were, Kecamatan Weda sehingga selalu mencari cara untuk mengembangkan potensi bercocok tanam dengan medium lain selain lahan tanah.

Kepala Desa Hi. Soleman Hi. Mansur dan perangkat desa, BUMDes bersama masyarakat, memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan sayuran sehat berbasis hidroponik. Hidroponik sendiri merupakan upaya pertanian dengan menggunakan medium air sebagai media tanam. Sehingga sangat efektif dalam mengatasi masalah lahan yang kian hari kian sempit.

Penggunaan air sebagai media tanam ini, sudah lazim di praktekkan oleh negara-negara berkembang seperti Jepang. Bahkan pengguan air sebagai media tanam dinilai lebih efektif dan efisien untuk mengembangankan tanaman berjenis sayur-mayur.

Saat dikonfirmasi Omdesa.id, Kepala Desa Were Hi. Soleman Hi. Mansur, menyampaikan bahwa tanaman Hidroponik ini, direncanakan dan dikembangkan oleh BUMDes sebagai salah satu unit usaha dalam mengembangkan potensi ekonomi pedesaan.

“Cara ini dilakukan karena terbatasnya lahan pertanian,” kata Hi. Soleman Hi. Mansur.

Lanjut Kades, pengembangan pertanian Hidroponik menjadi solusi untuk mengatasi terbatasan lahan pertanian yang sudah teralihfungsikan. Untuk pembangunan instalasi hidroponik dianggarkan dalam APBDes Desa Were Tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 36 juta, dan pelaksanaan pekerjaannya diserahkan kepada kelompok pemuda Bengkel Kreatif Cogoipa Kota Wede.

“Jumlah pipa paralon yang digunakan sebanyak 60 staf, dengan jumlah lubang tanam sebanyak 1800 lubang. Adapun pada penanaman perdana sayuran hidroponik desa Were ini adalah sayuran sawi dan Selada,” ungkapnya.

Menurut Hi. Soleman, usaha pertanian dengan teknik hidroponik yang memanfaatkan air sebagai sumber nutrisi sayuran ini adalah teknologi pertanian modern yang sangat aman dari pupuk kimia dan pestisida, sehingga sehat dikonsumsi masyarakat.

Sedang asumsi pendapatan yang bisa diperoleh dari hasil penjualan sayuran bisa berkisar Rp.6 juta per sekali tanam dengan masa panen sayuran diperkirakan sekitar 40 hari setelah epananaman.

Olehnya, kata Kades, pihaknya berharap Desa Were kedepan mendorong pengembangan instalasi sayuran hidroponik yang lebih besar lagi, karena permintaan sayuran makin hari kian tinggi. Dengan pengelolaan yang sangat sederhana, dan aman dari serangan hama penyakit, sayuran hidroponik bisa mendatangkan pendapatan yang bisa menjadi salah satu penghasil PADes Desa Were di akhir tahun nanti.

“Jadi tanaman sayur hidroponik ini telah dikelola oleh Bumdes Were Mandiri sebagai salah satu unit usaha BUMDes itu sendiri,” tutup kades.

Rep: Iswan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait