oleh

Minawisata Mangrove Libsangaji Desa Pohea, Kini Diminati Wisatawan Nasional

Minawisata Mangrove Libsangaji Desa Pohea. Kepulauan Sula

Om Desa Poeha –  Wisata mangrove Libsangaji Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula yang didirikan pada awal tahun 2018 lalu oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pohea kini menjadi perhatian khusus bagi para wisatawan dari luar daerah.

Suasana asri pepohonan mangrove yang masih terjaga serta jembatan warna dari papan yang panjangnya sekitar 300 meter, menambah nilai eksotis bagi wisatawan lokal, nasional bahkan mancanegara. Ada juga fasilitas 6 buah homestay untuk memanjakan wisatawan menginap bersama keluarga.

Kepala Desa (Kades) Pohea mengatakan, Meski baru dibangun, wisata mangrove ini sudah dikunjungi wisatawan nasional. “pagi ini, 10 wisatawan nasional berkunjung ke minawisata mangrove Libsangaji” katanya saat dikonfirmasi Om Desa via WhatsApp. Senin 18 November 2018.

Keceriaan Wisatawan Nasional saat foto bersama dengan Kades Pohea.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa wisatawan sangat antusias menikmati pemandangan serta udara sejuk walaupun matahari mulai panas. “walau panas, mereka (wisatawan) sangat antusias” ujarnya.

Bagi yang berkunjung ke wisata ini, lanjut Kades, setiap pengunjung dibebankan karcis Rp 5000/0rg. Sementara bagi yang menginap di homestay di patok dengan harga 250 ribu per hari “Untuk biaya parkir kendaraan roda empat kena biaya parkir Rp 10.000 per mobil sementara roda dua dibebankan Rp 5000” ungkapnya.

Kades mengaku, pembangunan minawisata mangrove Libsangaji Desa Pohea dianggarkan dalam Dana Desa Pohea tahun 2018 sebesar 300 juta dengan sasaran pembangunan akses jembatan 300 meter serata 6 buah rumah homestay. “Sementara untuk jembatan akses masuk dalam mangrove, dilakukan dengan cara gotong royong” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait