oleh

Mendes Luncurkan Buku Ke Dua Sukses DD Berjudul, Rural Ekonomics II; Menyakini Desa Mau & Mampu Membangun

Om Desa, JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo meluncurkan buku keduanya berjudul Rural EKOnomics II, Meyakini Desa Mau & Mampu Membangun.

Banyak tokoh yang mengapresiasi ide dan gagasan Menteri Eko yang ditungkan dalam buku keduanya tersebut. Ide dan model bisnisnya dalam membangun desa selama empat tahun belakang ini mampu mempercepat pembangunan di desa-desa.

“Buku ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karena bisnis modelnya kan terus berubah seperti infrastruktur, ini pendekatannya lebih pada pemberdayaan masyarakat dan ekonomi. Dan kita kasih contoh desa-desa yang secara ekonomi menggunakan dana desa itu berhasil,” kata Menteri Eko saat memberikan sambutan pada acara Launching Buku Rural EKOnomics II di The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarat, Selasa, 4 Desember 2018.

Dia mencontohkan Desa Kutuh dan dikloning desa-desa lain, selain itu ada bursa inovasi desa yang menurutnya seperti kelompencapir zaman dulu jadi masyarakat diajak menggunakan dana untuk pemberdayaan ekonomi.

Dia menambahkan selama pengalamannya membangun desa tidaklah mudah, ia melihat langsung realitas di lapangan. “Bangun desa itu bukan hal yang gampang tapi bukan yang impossible juga. Perlu energi yang luar biasa, tidak bisa kerja sendiri dan perlu stakeholder dan rangkul semua. Untuk mempercepat membangun desa maka mengajak semuanya ikut bangun desa,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Country Director of World Bank Indonesia Rodrigo Chavez mengapresiasi perjalanan model pembanguann desa yang dilakukan Menteri Eko dan akan lebih banyak kesempatan kerja sama ke depannya.

Dia menambahkan, ada dua tantangan dalam pembangunan desa. Pertama, prasarana, kedua, SDM. Menurutnya Kemendes PDTT bertugas membantu menutupi tantangan di pedesaan itu. Prasarana di daerah pinggiran Indonesia Timur yang masih susah dan Kemendes PDTT bisa gunakan dana yg dibutuhkan untuk bangun prasarana di sana.

“Tingkat kemiskinan menurun, Indonesia dalam hati dan pikiran saya memiliki semua kemampuan untuk jadi negara yang makmur dan sejahtera. Semua yang sudah dijalankan Menteri Eko dan Kemendes PDTT kedepan khususnya kalau membangun sistem model dan konektivitas desa, yakin Indonesia bisa bangun desa terus,” ujarnya optimistis.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas juga mengapresiasi peluncuran buku ini. Menurutnya ini momentum luar biasa dari desa-desa.

“Beliau (Menteri Eko) berbicara makro ekonomi dulu, dan memberi pandangan baru. Homestay-homestay di kota saya (Banyuwangi) pernah disidak sama beliau. Jadi perlu ada afirmatif action tentang dana desa, harus ada transfer teknologi dan inovasi, pelayanan yang berbasis digital, banyakin homestay daripada hotel, suatu daerah disebut maju bukan karena banyak hotelnya tapi berapa jumlah homestay yang dibuat rakyatnya.”

Sementara itu dari sisi akademisi, Rektor IPB Arif Satria mengatakan bahwa Menteri Eko ini kontekstual, intelegent, connecting people, dan visioner. Dan menurutnya itu leadership yang dbutuhkan saat ini.

“Akademi desa adalah sebuah era transformasi masyarakat desa punya digital leterasi. Dengan buku ini lebih terdokumentasi, jadi bisa untuk bahan pembelajaran,” ujarnya

Sejalan dengan hal tersebut, Tanri Abeng mengatakan bahwa semuanya tergantung pemimpinnya. Menteri Eko ini dinilai memahami ilmu manajeman.

“Kemajuan yang bisa diciptakan dalam waktu yang relatif singkat 4 tahun, belaiu mampu memanage. Terjadi pertumbuhan baru di desa, kuncinya leadership, manajemen, dan SDM,” pungkasnya.

Source : Website kemendes.go.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait