oleh

Perangkat Desa Minta Diangkat jadi Pegawai Pemerintah

Om Desa — Perangkat desa kini mulai meminta kepada pemerintah agar diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Demikian itu teradi di Kabupaten Tegal, sejumlah perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Sebab hal itu menurut mereka, bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ketua PPDI Kabupaten Tegal, Mukroni mengatakan, para perangkat desa di seluruh Indonesia masih mengandalkan penghasilan tetap (Siltap).

“Sekarang, kami hanya mengandalkan Siltap dari ADD (alokasi dana desa),” kata Mukroni kepada Tribunjateng.com, Selasa, 1 Januari 2019.

Dia mengungkapkan, ADD yang digelontorkan Pemkab Tegal ke seluruh desa di Kabupaten Tegal jumlahnya tidak sama.

Perolehan Siltap di masing-masing perangkat desa juga berbeda. Bila ADD nya besar dan jumlah perangkat desanya sedikit, maka Siltap yang diperoleh bisa lebih dari Rp 2 juta.

Sebaliknya, apabila ADD nya kecil dan jumlah perangkat desanya banyak, maka Siltapnya di bawah Rp 2 juta.
“Siltap kami diambil dari ADD 60 persen.”

“Kemudian dibagi mulai dari kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa,” terangnya.

Mengingat hal itu, Mukroni yang dipercaya menahkodai PPDI mulai 2018 hingga 2023 itu meminta pemerintah agar menyetarakan kesejahteraan perangkat dengan PNS Golongan 2A dari APBN.
Minimal, PPDI diangkat menjadi P3K sehingga saat purna tugas nanti, perangkat desa bisa mendapatkan penghargaan santunan. “Selama ini, kita tidak ada pesangon atau pensiun.”

“Kalau sudah purna, ya biasa saja. Tidak ada tali asih atau lainnya,” sambungnya.

Padahal, menurut Mukroni, job description perangkat desa, melebihi PNS.
Barometer jam kerja perangkat desa tidak bisa ditentukan dengan abdi masyarakat yang lain.

Pekerjaan perangkat desa lebih mengarah pada pekerjaan yang ditentukan oleh situasi dan logika yang berkembang.

Mereka harus siap dalam kondisi dan situasi apapun, bahkan semua persoalaan yang ada di masyarakat, selalu dijadikan skala prioritas pelayanan untuk menciptakan masyarakat yang aman dan damai. “Beginilah pekerjaan kami.”

“Semoga pemerintah memperhatikan kami,” ucapnya berharap. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait