oleh

BUMDes Ngidiho Topang PADes dengan Galian C

Om Desa, NGIDIHO— Terbitnya Undang-undang No 14 Tahun 2014 tentang dana desa merupakan salah satu acuan mendasar bagi setiap desa di seluruh indonesia tentang tata kelola pemerintahannya. Hal tersebut merupakan tugas besar dari setiap kepala desa dalam menggunakan anggaran desa untuk mensejahtrakan masyarakatnya, baik pada infrastruktur, pemberdayaan, maupun dapat menciptakan kemandirian desanya melalui penggunaan anggaran desa yang bersumber dari APBN tersebut.

Kepala desa Ngudiho sekaligus Ketua Forum Desa (FORDES) Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, telah melaksanakan uji coba dalam pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) Desa Ngudiho sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui BUMDes dalam mengelola galian C (pasir, kerikil, batu) di Sungai Tiabo Desa gidiho.

“Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Ngidiho yang di bentuk pada Tahun 2015, yang di kelola sementara oleh Pemdes kemudian di serahkan pada BUMDes tahun 2016 melalui musyawarah Desa beserta dengan berita acaranya” ujar kades.

Lebuih lanjut, kades menyampaikan bahwa sampai saat ini BUMDes sendiri telah mengelola hasil galian C, sementara sistem pelaksanaannya dengan memberdayakan masyarakat desa Ngudiho sebagai tenaga kerja. Dengan adaanya BUMDes ini, secara langsung menciptakan pelyang kerja, pasalnya jumlah tenaga kerja yang telah di perdayakan BUMDes sendiri hingga saat ini telah mencapai 30 orang pria.

“Karena sistem pekerjaannya masih buruh kasar maka tidak terdapat kaum wanita pada pekerjaan tersebut dengan upah sebesar Rp. 75.000/kubik pasir” ungkap Kades Ngidiho Kamal Abdullah saat di datangi reporter Om Desa Rabu 2 Januari 2019 di kediamannya.

Kamal juga menambahkan bahwa hingga saat ini pihak BUMDes telah menjalin kerja sama dengan CV. Fama. NHM Group dengan sistem kontrak pengangkytan bahan galian C untuk di jadikan sebagai bahan baku pengecoran dinding trowongan tambang bawah tanah. Peralatan yang di miliki oleh BUMDea pun terbilang telah mendung, yang terdiri dari 2 mesin penyedot milik BUMDes dan 6 mesin penyedot milik warga sehingga total mesin yang di operasikan sebanyak 8 mesin.

Sementara penetapan harga setiap kubik pasir masih menunggu regulasi dari perda terkait dengan harga bahan galian C, sehingga pemdesnya juga dapat menyesuaikan dengan harga bahan gaalian C pada umumnya.

Aktifitas Galian C di Desa Ngidiho

Dirinya juga optimis dengan SDA yang ada di desanya, sebab sumber galian C tersebut tergolong pasir berkualitas tinggi berada pada urutan kedua setelah pasur galian C dari Manado.

Hal tersebut sesuai dengan hasil analisis Laboratorium PT. NHM.Tbk, Kementerian PU. Sehingga dengan Rahmat yang ada di Desanya kedepan Pemerintah Desa lebih giat untuk membangun di desanya , dengan potensi yang ada, melalui SDA yang ada pemedes tidak hanya tergantung pada Dana Desa.

Maka dengan sumber kekayaan desa yang ada, dapat menopang program-program desa yang tidak tertuang dalam pembahasan, dapat di atasi dengan PADes berupa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Masjid dan kebutuhan infrasrtukur lainnya demi mensejahtrakan masyarakatnya.

Tim Om Desa: Achul/Red: Irwan

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait