oleh

Kemendes Bangun Jalan Nonstatus di Halsel

Om Desa — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sedang berupaya membuka aksebilitas masyarakat dengan membangun jalan nonstatus di Desa Sumae, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kasubdit Sarana dan Prasarana Transportasi dari Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kemendes PDTT, Muhammad Yasin, mengatakan terkait jalan tersebut telah direncanakan pembangunannya pada tahun ini. Pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat dan kunjungan ke lokasi.

BACA JUGA Mendes Minta Pemda Segera Perbaiki Jalan Kabupaten

Menurutnya, perjalanan dari Kota Labuha menuju lokasi kegiatan ditempuh kurang lebih dua jam dengan jarak 17 kilometer (km) karena beberapa ruas jalan kondisinya masih rusak parah. Apalagi, pada saat menuju pemukiman warga harus berjalan kaki menyusuri rawa-rawa dengan menggunakan sepatu boat seadanya, karena tidak bisa dilalui sepeda motor dan moda transportasi lainnya.

Selain itu juga, warga menggunakan jalur laut dengan perahu kecil menuju ibu kota kabupaten untuk membawa hasil-hasil perikanan, perkebunan dan pertanian. Padahal, untuk jalur akan menimbulkan persoalan pada saat gelombang besar. Sebab perahu-perahu warga dengan alat dan mesin seadanya tidak bisa diandalkan sebagai moda transportasi untuk mengantarkan ke tempat tujuan.

Kondisi seperti itulah, kata Yasin, telah menjadi puncak keterisolasian di Desa Sumae. Karena tidak bisa keluar desa dan orang luar juga kesulitan masuk ke pemukiman warga Desa Sumae.

“Dengan adanya pembangunan jalan, aksesibilitas masyarakat di Desa Sumae akan lebih baik dan ada pilihan akses transportasi apakah menggunakan jalur darat atau jalur sesuai dengan kebutuhan,” katanya seperti dalam siaran pers.

Dalam kunjungan ke lokasi, Yasin mensosialisasikan kepada warga bahwa rencana pembangunan jalan yang akan dilakukan untuk membuka aksesibilitas masyarakat, sehingga sosial dan ekonomi masyarakat bisa lebih baik.

“Selain untuk mensosialisasikan rencana pembangunan jalan juga ingin memastikan bahwa tidak akan terjadi masalah dalam pelaksanaannya nanti,” Katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumae, Umar menjelaskan jalan itu sangat penting bagi warga. Karena satu-satunya akses darat yang bisa digunakan untuk menghubungkan masyarakat menuju pusat-pusat sosial ekonomi.

“Pada saat musim penghujan, jalan mutlak tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali karena genangan air sampai satu meter lebih. Kami berharap tahun ini pembangunan yang direncanakan tersebut dapat segera terealisasi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sumber: Republika

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *