oleh

Embun Pagi di Buttatoa

-BERITA-51 views

Omdesa.id, SULSEL — Embun Pagi di kaki gunung Bawakaraeng, kampung Buttatoa Kelurahan Bulu’tana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa, memang berdeda dengan wilayah dataran tinggi lainnya di Kabupaten Gowa.

Suasananya yang sejuk di pagi hari, dengan udara yang tidak terlalu dingin di saat siang hari seperti dataran tinggi lainnya, daerah ini menghadirkan keteduhan yang menentramkan jiwa. Hal ini menjadi alasan banyak orang berkunjung ke Embun Pagi, baik sekedar menginap atau bahkan memiliki agenda khusus seperti latihan pramuka dan camping masiswa untuk tugas ilmiah.

Seperti Jum’at, 21 Novembe 2019 pukul 02:00 wita dini hari lalu, tim Omdesa.id bersama masiswa Sosiologi UIN Alauddin Makassar menempuh perjalanan 2 sampai 3 jam dari Makassar menuju lokasi Embun Pagi di Dataran Tinggi Kaputen Gowa tersebut.

Para masiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi menuju Embun Pagi dalam rangka melaksanakan acara “sosial camp” bersama masyarakat sekitar. Mereka memilih embun pagi, selain alasan sains yang difukuskan pada penelitian perubahan sosial elogi, pemilihan lokasi tersebut juga atas dasar sudah sering di jadikan tempat tujuan wisata perkemahan.

Menurut pengakuan Daeng Ngitung (43) salah seorang warga Embun Pagi, mulanya tempat yang sering dijadikan lokasi perkemahan itu dahulunya oleh warga sekitar disebut dengan nama Bontoa.

“setelah mendapat banyak kunjungan dari sebagai tempat (perkemahan) pramuka, camp dan acara-acara lain, oleh pemerintah (setempat) disebut (dinamai) embun pagi”. Jelas Daeng Ngitung.

Daeng Ngitung menambahkan bahwa karena jumlah embun yang keluar di daerah itu terlampau bayak, sehingga tempat lokasi perkemahan di desanya itu dimanakan Embun Pagi.

“udara disini pukul 9 sudah terasa panas hingga pukul 4 sore” urai Daeng Ngitung menjelsakan perbedaan suhu Embun pagi dengan daerah dataran tinggi lainnya di Kabupaten Gowa yang biasanya terasa dingin meski di siang hari.

“Membedakan Embun Pagi dengan Kanreapia, Biringpanting, Pattapang, Lembanna dan sejumlah lokasi lainnya di dataran tinggi Kabupaten Gowa, yakni pagi hingga sore, Embun Pagi sudah memiliki suhu yang mulai panas”. Ungkapnya.

Menurut pria paruh baya itu, sejak suhu Embun Pagi mulai panas pada tahun 80-an, mata air pun mulai berkurnga. “Sebelum tahun 1980 orang-orang di Bontoa masih mengambil air di Padasang (nama mata air di Embun Pagi). Sekarang Kampung yang berpenduduk 300-an keluarga ini mengambil air di Lombasang (nama mata air di kampung tetangga Embun Pagi)” kata pria dua anak ini.

Setelah melakukan camping selama tiga hari, sejak 21 November s/d 23 November kelompok riset ” Sosiologi Camp” berhasil melakukan masing-masing tugasnya seperti mencatat dan mempersentasikan hasil yang didapatkan dilapangan, mereka memutuskan untuk kembali ke Makassar Sulawesi Selatan pada pukul 20.00 Wita,minggu malam.

Tim Omdesa.id bersama masiswa Sosioli UIN Alauddin Makasssar kembali dengan sejuta pengalaman ilmia dan menysihkan kekaguman yang besar atas keadan alam Embun Pagi.

Surahmat Tiro

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait