oleh

Pemdes Wolio Gelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting

-TALIABU-140 views

Omdesa.id, TALIABU – Menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019, Pemerintah Desa Wolio, Kecamatan Tabona, Kabupeten Pulau Taliabu menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang berlangsung di kantor desa setempat pada Sabtu, 18 Januari 2020.

Hadir dalam kegiatan tersebut, juga ada keterwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulau Taliabu, Pemerintah Kecamatan Tabona, perwakilan Puskesmas Tabona, Tokoh Agama, PKK serta masyarakat Desa Wolio.

Penyakit stunting yang jarang diketahui oleh sebagian masyarakat Desa Wolio ini, membuat pemerintah desa harus melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting. Demikian itu disampaikan langsung oleh kepala Desa Wolio, Abdul Majid Muslihi. “Kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat bisa mengetahui ciri-ciri dari penyanykit stunting sehingga kami pemerintah desa menganggarkan kegiatan ini dari dana desa tahun 2019,” katanya saat menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

Kades Abdul Majib berharap, masyarakat yang hadir pada kegiatan ini bisa memahami apa yang di sampaikan oleh para pembicara.

“Saya berharap masyarakat, terutama para ibu-ibu bisa mencermati materi yang disampaikan supaya bisa mengetahui apa itu stunting serta bagaimana cara penanganannya dalam kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Melalui kegiatan itu, pemerintah Kecamatan Tabona mengapresiasi pemerintah Desa Wolio yang telah melakukan sosialisasi pencegahan stunting demi masa depan generasi dan kemajuan daerah. Hal itu disampaikan Kepala pemerintahan Kecamatan Tabona, Soleh Lanuhu melalui perwakilannya saat memberikan sambutan.

“Pencegahan stunting ini merupakan progam pemerintah, sehingga hadir di tengah-tengah kita saat ini, kami pemerintah kecamatan sangat memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pemdes Wolio yang sudah melaksanakan program ini,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Bina Kesehatan Masyarakat, Dinkes Pulau Taliabu, Nurhaida yang hadir mewakili Kadisnya, mengatakan bahwa, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak. “Penyakit stunting memiliki dampak yang sangat buruk, yakni selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak juga bisa menurun 30 persen dari anak-anak normal,” jelasnya.

Itu sebabnya, kata Nurhaida, masalah gizi ini sangat penting sehingga ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, lintas sektor kesehatan, non kesehatan maupun badan swasta agar sama-sama mewujudkan kesehatan masyarakat. “Demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di dunia,” harap dia.

Tim Media Om Desa TALIABU: Mohri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait