oleh

Kades Silalayang, Haltim yang Berjiwa Muda

Omdesa.id, Haltim – Sejak resmi menjabat sebagai Kepala Desa satu tahun, tepat pada 28 Februari 2019 lalu, seorang lelaki berjiwa muda mengolkan sejumlah program demi kepentingan kemajuan di desanya. Seperti pembangunan fisik jalan dan rumah layak huni kepada masyarakat setempat.

Ia programkan semata-mata untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Arnel Panggelawang, lelaki berusia 30 tahun itu punya visi dan misi yang jelas: membangun sumber daya manusia untuk mengelolah potensi desa kedepan.

Pria kelahiran Sanger, 11 Maret 1989 yang dikenal mudah bergaul dan ramah itu punya latar belakang yang tak kalah gemilang. Ia pernah aktif di organisasi pergerakan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Lulus sebagai sarjana Hukum Strata 1 (S1) jebolan Universitas Halmahera (Unira), Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Karir politiknya dipengaruhi dari kondisi sosial di Desa Silalayang, Kecamatan Wasile Tengah, Halmahera Timur (Haltim). Desa yang kini dia pimpin dengan program-program strategis pedesaan.

Di desa itu, orang-orang mengenal Arnel – sapaan akrab – sebagai sosok berkepribadian. Itu pula yang mengantarkan Arnel di tahun 2012-2018 menjabat sebagai Ketua Badan Permusyarawatan Desa (BPD) dan di awal tahun 2017 Arnel menjadi Komisioner Panwascam daerah Wasile Tengah, Haltim sebagai Kordinator Divisi Hukum Panwascam.

Sejak menjabat sebagai Kordiv Hukum Panwascam, Arnel aktif bersosialisasi dengan masyarakat. Mulai dari situ, jiwa kepemimpinannya lahir. Optimisme menjadi Kades mulai tampak. Ia langsung mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Silalayang. Dan awal tahun lalu, ia resmi dilantik.

Baru-baru ini, dia membuat kegiatan yang cukup meriah. Seluruh kegiatan menyangkut adat-isitiadat ditampilkan sebagai kultur yang punya eksistensi di desa itu. Seperti tarian adat khas Provinsi Maluku Utara, yakni tarian sanger dan cakalele.

Kegiatan penolakan tahun baru atau isitilahnya upacara adat Tulude bertajuk “Sengkanaung Su Pedarame” selama dua hari, 10-11 Februari 2020 kemarin yang di helat langsung oleh Bupati Haltim, Ir. Muhdin Ma’bud.

Upacara dari mayoritas suku Sanger dan Tobelo Warga di Desa Silalayang ini sebagai makna “menolak tahun lama (2019) dan menyambut tahun baru (2020).

“Arti “Tulude” dalam bahasa sanger adalah Tolak, talak tahun yang lama dan menyambut tahun baru,” kata Arnel saat berbincang dengan tim Om Desa, media pemberitaan pedesaan ini, pada Minggu kemarin.

Hingga kini, warga sangat mengapresiasi kepemimpinannya selama kurang lebih satu tahun ini. Dia berharap, semoga selalu menjadi amanah bagi masyarakat.

Liputan tim Om Desa Haltim: Moh. Riski Ismail

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait